SIBERANI membantu Guru Pendamping dan Tenaga Kesehatan Puskesmas memantau kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (Fe) secara real-time guna melindungi remaja putri dari bahaya anemia.
Hai! Jangan lupa minum 1 tablet Fe minggu ini ya! 😉
SIBERANI dilengkapi berbagai modul canggih untuk mempermudah tugas pemantauan Guru dan Nakes.
Guru & Nakes langsung melihat log harian minum tablet Fe remaja putri, meminimalisir kelalaian.
Sistem alert mendeteksi efek samping yang dirasakan siswi agar pendamping bisa segera memberi konseling.
Meningkatkan kepatuhan remaja putri dengan sistem gamifikasi lencana (badges) interaktif.
Literasi materi kesehatan anemia terintegrasi kuis pemahaman gizi remaja yang menyenangkan.
Remaja putri mengalami menstruasi setiap bulannya sehingga kehilangan banyak zat besi. Hal ini membuat mereka sangat rentan mengalami anemia. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan gejala 5L (Lesu, Lelah, Letih, Lemah, Lalai) yang menurunkan konsentrasi belajar di sekolah.
\"Menurunkan angka anemia nasional secara drastis melalui kolaborasi digital yang erat antara sekolah, puskesmas, dan dinas kesehatan setempat dalam memantau secara disiplin konsumsi tablet Fe mingguan.\"
Anemia bukan sekadar rasa lelah biasa. Ia membawa konsekuensi serius yang menghambat masa depan dan impian besar generasi muda kita.
Zat besi rendah mengurangi pasokan oksigen ke otak, menyebabkan konsentrasi melemah, mudah mengantuk, dan lemas di kelas.
Kekurangan sel darah merah yang membawa hemoglobin membuat imunitas tubuh anjlok, sehingga siswi menjadi sangat mudah terserang infeksi.
Tubuh sering merasakan gejala 5L (Lesu, Lelah, Letih, Lemah, Lalai), menghambat perkembangan bakat olahraga, organisasi, dan seni remaja.
Zat besi rendah di masa remaja meningkatkan risiko melahirkan bayi prematur dan stunting kelak saat menjadi ibu di masa depan.